Showing posts with label Techno_Science. Show all posts
Showing posts with label Techno_Science. Show all posts

Kecantikan Bumi Yang Mengagumkan, Dilihat Dari Luar Angkasa

Tampak awan yang melindungi kehidupan di bumi -- BlueDotMission - Cygnus_Orbital
Bumi yang kita huni ternyata memiliki pemandangan yang mengagumkan, jika dilihat dari luar angkasa. Hal itu bisa kita lihat dan nikmati dalam video berdurasi enam menit 10 detik yang diunggah di YouTube, Video itu dirangkai dari 12.500 foto yang diambil astronot Alexander Gerst dari atas Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) selama kurun waktu enam bulan.

Menurut Gerst foto itu diambil dengan sudut dan teknik pemotretan yang berbeda-beda. Gerst melakukan pemotretan foto-foto itu saat dia bertugas di laboratorium ISS untuk menyelesaikan tugas terkait dengan Misi Titik Biru (Blue Dot Mission) yang dinaungi oleh ESA. Gerst menggunakan intervalometer untuk mengaktifkan kamera luar angkasa, dengan maksud agar mampu mengambil gambar pada saat yang berbeda-beda.


Dalam video tersebut terlihat bagaimana indahnya bumi dengan pemandangan aurora, awan, matahari terbit, kilat, serta lautan luas. Terlihat pula kota-kota di waktu malam, bintang-bintang, Bima Sakti serta bagaimana indahnya atmosfer yang melindungi kehidupan di dalam bumi.

BlueDotMission - Neoguri


Sumber : http://www.esa.int/Our_Activities/Human_Spaceflight/Blue_dot

Robot Ikan Tuna, Intelijen Terbaru Amerika Serikat


Pihak Angkatan Laut Amerika saat ini sedang menguji sebuah 'kendaraan' selam --Drone -- tanpa awak yang mampu menyamar sebagai ikan tuna. Drone tersebut dirancang untuk dapat menyelam dan melakukan operasi intelijen.
Proyek tersebut dinamai "Project Silent Nemo", diambil dari film Disney yang bercerita tentang 'clown fish'.

Drone bawah air tersebut mempunyai panjang 1,5 meter dengan bobot sekitar 45 kilogram, dan mampu bergerak di kedalaman laut persis seperti gerkan ikan tuna sirip biru.
Pengembangnya mengatakan bahwa gerakan renang ikan akan lebih tidak terdeteksi dibanding drone yang berbentuk torpedo.


"Ini merupakan bagian dari bidang baru kendaraan tak berawak bawah laut yang menggunakan teknologi biomimikri," kata kepala proyek Korps Marinir Capt. Jerry Lademan Mashable.
"Idenya adalah untuk menggunakan apa evolusi telah disempurnakan selama beberapa ribu tahun, mengambil bagian terbaik dari itu dan membuatnya menjadi alat mekanis." tambahnya.

"Ikan tuna adalah salah satu diantara hewan air yang menggunakan hanya setengah tubuhnya untuk mendorong dirinya sendiri ke depan," katanya.


Dia mengatakan proyek tersebut masih dalam tahap penelitian dan pengembangan, tetapi pada akhirnya, mereka berharap dapat merealisasikan "seekor ikan" yang akan dapat mengirim data intelijen, dalam sebuah misi pengawasan dan pengintaian..

Menurut Daily Press, proyek ini telah menelan biaya sekitar $ 1 juta sejauh ini, dan diharapkan peralatan tak berawak tersebut, bisa beroperasi penuh pada tahun ini.

Sumber : http://mashable.com

Robot Ular Yang Mampu Mendaki Tebing Dan Lereng


Para peneliti dari Georgia Institute of Technology, Carnegie Mellon University, Oregon State University, dan Kebun Binatang Atlanta sedang berusaha untuk memecahkan masalah keterbatasan yang ada dalam dunia robotika.

Dan cara yang dilakukan adalah menyesuaikan-nya dengan karakter alam, yang memang sudah terbukti kehandalan dan kemampuan adaptasinya.


Tim peneliti sedang menganalisa ular Sidewinder, yang mempunyai kemampuan secara cepat dan efisien dalam mendaki bukit dan lereng berpasir, mereka berharap dapat meniru dan mengaplikasikan kemampuan ular tersebut, kedalam teknologi robot yang sedang mereka kembangkan.

"Tujuan akhir dari penelitian ini adalah mencoba untuk memahami bagaimana ular sidewinder ini memiliki kemampuan yang luar biasa pada sistem penggerakannya." kata Daniel Goldman, Associate Professor di Georgia Tech University, dalam sebuah video YouTube.


Ternyata, agar bisa mendaki lereng-lereng berpasir, ular Sidewinder melakukannya dengan cara memperbanyak area tubuh mereka untuk bersentuhan dengan permukaan lereng berpasir yang sedang mereka daki.


Berdasar pada pengetahuan itu, para peneliti berharap bisa membuat 'robot ular' yang mampu memanjat permukaan lereng berpasir. Sementara dulunya hanya dapat melakukan gerakan di permukaan tanah yang relatif datar.

Tim mengatakan pihaknya berencana menggunakan apa yang dipelajari dari ular Sidewinder ini, agar robot yang mereka ciptakan bisa beradaptasi untuk semua jenis medan, termasuk di luar angkasa.

Sumber : http://mashable.com

Lampu Kertas, Penerangan Hemat Energi Dan Fleksibel

Perkembangan teknologi yang dilakukan oleh manusia memang tidak pernah berhenti. Hal itu dilakukan dengan tujuan untuk mempermudah segala keperluan hidupnya.

Jaman dahulu, sebagian besar dari kita masih menggunakan penerangan dari lampu minyak, dengan ukuran yang cukup besar.
Tetapi baru-baru ini, para peneliti telah berhasil mengembangkan teknologi penerangan dengan ukuran setipis kertas, dan mereka menyebutnya sebagai 'lightpaper'.

Selain fungsi utamanya sebagai penerangan, lampu jenis ini juga dapat digunakan sebagai wallpaper.
Para peneliti juga mengatakan, bahwa teknologi ini dapat di cetak pada berbagai macam bahan, sehingga dapat menjadikan bahan tersebut berfungsi sebagai lampu, selain fungsi utama tersebut.

Lampu kertas ini dibuat dengan cara, menananmkan LED super kecil didalam kertas yang mempunyai sifat penghantar.

Peneliti di Idaho (USA), menemukan lampu kertas. Sehingga dapat juga difungsikan sebagai wallpaper.
Para peneliti mendapatkan ide dasar dari lampu kertas ini, muncul dari teknologi cetak 3 dimensi (3D). Dan teknologi lightpaper ini, diproyeksikan dapat mengganti berbagai macam bentuk penerangan yang digunakan saat ini.


"Saat ini metode pembuatan lampu adalah dengan men-solder LUD ke dalam sirkuit LED, tapi dengan teknologi lightpaper ini, kita cukup mencetaknya ke dalam benda apapun yang  kita inginkan.
Dengan teknologi yang baru ini, semua benda bisa menjadi sumber cahaya di rumah kita," kata Nick Smoot, CMO Rohini, perusahaan pencipta Lightpaper.


Lampu paling tipis sedunia ini adalah perpaduan antara tinta dan LED, dan dicetak pada lembaran yang mempunyai sifat penghantar.

Teknologi ini adalah solusi kebutuhan energi untuk masa depan, di mana lampu bisa sangat fleksibel, tipis, dan lebih terang.
Belum pasti kapan teknologi ini bisa diterapkan, dan dijual secara bebas, yang pasti ini adalah revolusi di bidang pencahayaan.


Sumber : http://www.dailymail.co.uk

Indonesia Tolak Tawaran Pembangkit Nuklir Rusia


Rusia datang menawarkan kerjasama Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) kepada pemerintah. Setelah mendengar Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memprioritaskan pembangunan pembangkit listrik 35 ribu Megawatt (Mw),

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil usai menggelar pertemuan dengan Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Y Galuzin dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Tiongkok di kantornya, Senin (22/12/2014).
"Mereka (Rusia) menawarkan kerjasama PLTN, karena sebelumnya banyak negara sudah bekerjasama dalam hal ini oleh Rusia. Tapi kita bilang PLTN masih jauh," ujar dia kepada wartawan.

Menurut Sofyan Djalil, PLTN tidak masuk dalam program prioritas Jokowi dalam lima tahun mendatang. Proyeksi daya listrik berkapasitas 35 ribu Mw akan dihasilkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLA), Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dan sumber daya alam lain yang melimpah di Indonesia.

"Pertimbangan kita lebih kepada domain di Batam, karena saat ini belum jadi prioritas. Jadi 35.000 Mw itu dari batubara, gas, geothermal, hydro, mini hydro yang tidak kontroversial," tegas Sofyan.

Sebelumnya, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas, Dedy S Priatna mengatakan, pihaknya belum memasukkan proyek pembangunan PLTN dalam rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

"Kami masih menunggu keputusan Presiden apakah jadi dibangun atau tidak. Dan sampai sekarang belum ada sinyal (setuju)," ujar dia.

Sementara dalam Undang-undang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025, tutur Dedy, pembangunan PLTN seharusnya sudah masuk dan mulai di sistem 2015-2019.

"Pembangunan PLTN sudah terjadi walaupun baru sebatas riset yang dilakukan oleh Batan, seperti di Serpong. Hanya saja belum dipakai konsumen," katanya.

Pelaksanaan pembangunan PLTN, tegas dia, terbentur persoalan politik sehingga terus dipertanyakan pemerintah daerah (pemda) Belitung mengingat studi telah dilaksanakan di negeri Laskar Pelangi itu.


"Itu keputusan politik. Nggak ada satupun yang berani memutuskan hal itu," terang Dedy.

(Fik/Nrm)
Sumber : http://www.liputan6.com

Ditemukan Antioksidan Perlambat Penuaan, Dan Perpanjang Usia Sampai 120 Tahun


Para ilmuwan Rusia telah menguji formula baru pada tikus, ikan dan anjing. Mereka menggunakan antioksidan jenis baru, yang akan berdampak pada mitokondria. Ini adalah penghasil energi bagian dari sel, dan diduga kuat sebagai faktor yang memicu penuaan.
Serngkali bahwa Mitokondria ini dapat dikambing hitamkan sebagai pemicu serangan jantung dan terkait dengan Alzheimer.

Hal ini memang terdengar  seperti suatu cerita dari film fiksi ilmiah, tetapi pil dengan formula untuk melawan proses penuaan bisa menjadi kenyataan, di masa depan.

Para ilmuwan di Rusia itu menguji formula baru, yang mereka klaim dapat menunda awal dari proses penuaan pada mahluk hidup.
Mereka berharap, formula dalam bentuk tablet yang sedang diuji pada tikus, ikan dan anjing itu akan memungkinkan orang untuk hidup setidaknya sampai usia 120 tahun.

Dr Maxim Skulachev, seorang peneliti dari sebuah proyek ilmiah di Moscow State University, mengatakan: "Banyak penyakit penuaan, menjadi lebih lambat perkembangannya."
Para ilmuwan itu menggunakan 'antioksidan jenis baru', yang mereka harap akan berdampak pada pada mitokondria, energi yang memproduksi bagian dari sel, yang dipandang sebagai pemicu penuaan.
'Mitokondria lah yang harus disalahkan untuk kasus serangan jantung, mitokondria itu terkait dengan penyakit seperti Alzheimer dan Parkinson, "katanya.
Dia juga merujuk pada tikus mole dari Afrika timur yang terkenal berumur panjang dan terkenal kebal terhadap kanker.
"Sebuah tujuan yang realistis adalah agar rentang masa hidup bagi manusia mencapai 120 tahun, dan obat-obatan anti-penuaan adalah mungkin secara teknis." katanya kepada surat kabar Moskovsky Komsomolets.
"Saya tidak percaya kita akan dapat hidup sampai 800," sambungnya lagi.
"Kemungkinan besar, beberapa penyakit baru akan muncul, katakanlah, penyakit khas untuk usia 120 tahun.
"Itulah yang terjadi dengan kanker, yang merupakan penyakit langka ketika orang-orang jaman dahulu meninggal dengan usia yang jauh lebih muda dibanding saat ini."

"Serangkaian tes ini belum menunjukkan peningkatan rentang usia kehidupan secara signifikan, tetapi memang menunda timbulnya proses penuaan." katanya.
"Jika ternyata penyakit berkembang lebih lambat, ide kami untuk melawan penuaan melalui mitokondria adalah suatu hal yang benar, tambah Dr Skulachev, yang telah bekerja untuk menyempurnakan metode pengobatannya selama beberapa dekade.
"Ini akan mungkin untuk menunda usia tua." Pungkasnya.

( By : WILL STEWART FOR MAILONLINE - http://www.dailymail.co.uk )